Yuk Kenal Kopi Liong, Kopi Terkenal Dari Kota Hujan Bogor

Kopi-Liong.jpg

Bila berkunjung ke daerah Depok hingga kota Bogor, hampir semua warung menjual kopi dengan bungkus yang berbeda sendiri dibanding kopi lainnya, menggunakan ciri khas gambar seekor naga dengan bulan sabit dan bintang sehingga kopi dari kota hujan ini dapat dengan mudah diingat. Bila ada yang menyebutnya dengan kopi Liong, maka penjual di warung langsung paham kopi mana yang dimaksud. Kopi ini tak asing lagi bagi warga yang tingal di pinggiran Jakarta.

Kopi cap Liong Bulan atau lebih dikenal warga dengan kopi Liong saja. dahulu, saat pertama sekali dijual, kopi Liong hanya dibungkus dalam kemasan kertas berwarna cokelat. Kini, kopi Liong dibungkus dalam kemasan sachet yang memudahkan pembeli dalam menyimpannya.

Kopi dari Bogor ini dijual dalam dua ukuran yang berbeda, dengan kemasan seberat 8 gram berisi kopi bubuk murni tanpa campuran dan kemasan 25 gram berisi kopi bubuk dicampur gula. Untuk harga, kopi Liong tidaklah mahal, memang diperuntukkan bagi kalangan bawah sehingga mudah dijangkau.

Bila membelinya langsung pada agen maka satu pack dengan isi 20 sachet ukuran 25 gram per bungkus dihargai Rp 13.000. sedangkan bila dibeli secara eceran melalui warung-warung pinggir jalan harga dapat bervariasi tergantung dari si penjual.

Bila menyasar pada kelas bawah, kopi Liong dinilai cukup bagus untuk daerah kabupaten Bogor dan sekitarnya. Seorang penjual bernama Pian mengaku setiap harinya ia bisa menghabiskan beberapa bal kopi Liong untuk dijual. Memang diakuinya hampir rata-rata warga yang tinggal di daerah Bogor hampir setiap harinya mengkonsumsi kopi Liong, ini karna harganya yang mudah dijangkau.

Namun kopi Liong bukanlah satu-satunya kopi yang menjadi ciri khas daerah Bogor. Satu lagi yang termasuk ke dalam kopi khas kota hujan yaitu kopi Cap Piala. Nsmun sayang ia seakan telah tertelan jaman, peredarannya bahkan bisa dibilang jarang dan sulit ditemukan tak seperti kopi Liong yang ada hampir di setiap warung. Untuk di daerah Citayam sendiri hanya ada beberapa warung yang masih menjua kopi cap Piala.

Untuk kualitas dari kopi cap Piala ada ciri khas yang ia sematkan pada kopi miliknya yaitu aroma wangi yang semerbak ketika bungkusnya dibuka. Harganya juga murah, Rp 500 per sachetnya. Sama seperti kopi Liong, dulunya kopi cap Piala juga dibungkus dalam kemasan kertas cokelat mirip sampul buku tulis. Kini bungkusnya telah berubah dan bertrasnformasi menjadi kemasan plastik.

Untuk kopi Liong sendiri banyak yang mengatakan secara simpang siur bahwa keberadaannya telah ada sejak jaman kemerdekaan. Pabrik pembuatan kopi Liong juga ada di kota yang sama, tepatnya di belakang bioskop Merdeka. Ketika kopi dalam proses roasting, aroma harum semerbak diudara menguar ke daerah sekitar membuat banyak anak kecil yang berkumpul di dekat pabrik karena aroma harumnya. Warga veteran perang banyak juga yang menyatakan sebelum pergi ke medan perang ada kebiasaan yang mereka lakukan yaitu meminum kopi cap Liong terlebih dahulu.

Kopi Liong patut diacungi jempol karena ia termasuk kopi yang tak kehilangan jati dirinya, ia hanya bertransformasi pada kemasan tidak pada bentuk dan rasa, warna hitam pekatnya masih sama dengan saat pertama kali kopi ini dipasarkan. Kopi ini mendapat penghargaan dari hati para penggemarnya, dan selalu menemani mereka menjalani hari dengan kepulan uap panas di tengah udara dingin kota Bogor.