Sudah Pernah Dengar Kopi Matahari di Bekasi ? Simak Ulasannya

kepincut-kopi-matahari-dari-bekasi-kopi-legendaris-5.jpg

Kopi Indonesia selalu identik dengan kopi ? kopi asal Sumatera. Padahal ada banyak kopi lainnya yang juga memiliki kualitas baik dan rasa yang nikmat seperti di Bekasi, salah satu kota yang pernah menjadi bahan bully netizen ini ternyata memiliki kopi yang begitu nikmat kopi Matahari namanya.

Sebuah toko yang menjual bubuk kopi ini sudah berdiri sejak 1960. Lamanya hadir di tengah-tengah masyarakat Bekasi membuat toko kopi yang terletak di Pasar Proyek, Kota Bekasi, Jawa Barat cukup lekat diingatan masyarakatnya. Setiap hari orang-orang yang melintas di Jalan Mayor Oking berada di Bekasi Timur itu akan mencium aroma harum kopi yang digiling. Walau zaman semakin modern, toko itu hingga kini masih berdiri kokoh di tengah gerusan industri kopi kemasan, dan tetap setia menjadi salahs atu penyedia kopi untuk daerah Bekasi.

Waktu ditanya pada pemiliknya yang kini sudah di tangan generasi kedua, mengapa masih bertahan, ternyata ia berdalih bahwa toko tersebut adalah warisan dan sayang bila ditutup. Toko kopi miliknya memiliki sejarah panjang, termasuk pada nama Matahari yang melekat di tembok tokonya. Kata matahari dimaksudkan sebagai sumber kehidupan.

Toko Kopi Matahari telah dikelola pertama kali oleh pasangan yang tertarik akan kopi. dengan melihat pasar yang masih sepi akan penjual bubuk kopi maka timbul ide untuk mendistribusikan kopi nusantara di wilayah Bekasi. Berbagai pilihan kopi ditawarkan oleh toko kopi Matahari, mulai dari Kopi Bali, kopi Toraja, Kopi Jawa hingga penghasil kopi terbesar yaitu Lampung ada di toko ini.

Hal unik yang membuat toko matahari berbeda dengan toko kopi lainnya adalah kopi tidak disediakan dalam bentuk bubuk kopi, namun dalam bentuk biji kopi yang sudah di-roasting. Pembeli tinggal memilih biji kopi mana yang mereka inginkan lalu penjual akan menggilingkan bijinya saat itu juga.

Namun, karena adanya kopi kemasan yang kian populer membuat toko kopi matahari dan juga toko kopi lainnya mengalami penurunan omzet. Sejak berdiri hingga 20 tahun lalu, toko ini tak pernah sepi pembeli yang datang dari berbagai daerah, bahkan luar Bekasi. Namun sejak kopi instan masuk ke Indonesia dan banyak perusahaan besar yang mendistribusikan kopi instan memubuat toko kopi tradisional yang menyajikan kopi alami jadi mengalami penurunan omzet.

Hingga kini, hanya pecinta kopi tubruklah yang masih menjadi pelanggan setia dari toko kopi matahari, juga penggemar berat kopi yang menyukai kopi asli dan lebih cenderung suka dibuat dengan tradisional.

Toko kopi ini ternyata tak hanya memiliki pelanggan lokal saja, namun mereka juga memiliki pelanggan dari luar negeri. Biasanya, warga negara Jepang atau Korea yang bekerja di daerah Bekasi datang berkunjung ke toko ini untuk membeli kopi, mereka menyukai rasa kopi yang dijual oleh toko kopi matahari. Mereka lebih memilih membeli kopi dari toko kopi tradisional dibandingkan kopi kemasan yang sudah populer kini.

Tak hanya dikonsumsi sendiri, orang-orang dari mancanegara ini suka membeli dalam jumlah besar untuk dibawa pulang ke negaranya. Kunjungan mereka juga bisa diprediksi, sekitar 4 bulan sekali warga negara Jepang atau Korea akan datang berbelanja, atau paling tidak saat mereka mengunjungi Indonesia mereka akan singgah ke toko ini. Maklum, selain bekerja, langganan Toko Kopi Bubuk Matahari juga pemilik pabrik-pabrik di Bekasi.