Jika Anda Seorang Penikmat Kopi, Segera Hindari Kebiasaan Berikut Ini

image-cara-ini-bikin-penggemar-kopi-tetap-sehat.jpeg

Selain beragam dampak positif yang bisa kita nikmati dari kopi ternyata ada juga loh beberapa keluhan yang biasa dirasakan para penikmat kopi. Suatu kali seorang teman mengeluh pada saya akibat kebiasaannya mengopi, tangan sering gemetar dan kuatir itu adalah gejala penyakit parkinson.

Dia kerap dianggap gugup kala sedang melakukan presentasi di depan kelas karena tangannya terlihat gemetar padahal dia sama sekali tidak merasa gugup. Kejadian ini membuatnya risih dan kuatir alhasil dia menceritakannya pada saya.

Dengan informasi yang minim saya dan teman saya sempat berkesimpulan bahwa kebiasaan mengopi dapat mengakibatkan penyakit parkinson. Namun karena merasa kurang puas akhirnya kami mencoba mencari hubungan antara kandungan kopi dengan penyebab parkinson. Setelah melakukan riset kecil-kecilan melalui beberapa artikel yang cukup bisa dipercaya, ternyata kebiasaan minum kopi justru dapat memperkecil resiko terkena parkinson. Kesimpulan awal kamipun terbantahkan.

Bermodal informasi ini, akhirnya saya mencoba melakukan wawancara singkat dengan teman saya dengan maksud mengorek informasi apa sih sebenarnya yang menyebabkan tangannya suka gemetar mirip parkinson itu. Dari wawancara singkat tersebut, diketahui bahwa teman saya tersebut adalah seorang pecinta kopi hitam. Dia biasa mengkonsumsi kopi hitam tiga gelas sehari yakni pada pagi hari, siang menjelang sore dan malam hari.

Sepengetahuan saya, mengkonsumsi kopi tiga gelas sehari masih tergolong dalam kategori wajar dan tidak berbahaya. Namun, saya menganjurkannya untuk menyeimbangkan antara kopi yang diminum dengan konsumsi air putih. Sebaiknya sebagai peminum kopi kita juga harus rajin minum air putih. Jangan sampai kita justru menggantikan peranan air putih dengan kopi. Bagaimanapun konsumsi air putih sangat dianjurkan untuk kesehatan tubuh kita. Sebagai contoh kita dapat membuat formula saat minum segelas kopi dibarengi dengan mengkonsumsi segelas air putih.

Telisik demi telisik ternyata teman saya ini termasuk orang yang sangat jarang mengkonsumsi air putih. Dari pengakuan ini akhirnya saya mulai menemukan titik terang bahwa jelas-jelas salah saat kami berkesimpulan tangannya yang sering gemetar adalah akibat kebiasaan mengkonsumsi kopi. Kemungkinan faktor lain lah yang justru mengakibatkan gejala yang mirip parkinson tersebut terjadi. Temuan ini membuat saya semakin bersemangat untuk menggali lagi penyebab tangan gemetar yang dialaminya.

Sadar atau tidak, kebiasaan minum kopi sering kali membuat kita merasa belum lapar padahal sudah waktunya makan. Tidak jarang perasaan belum lapar ini membuat para peminum kopi menjadi lupa untuk memenuhi kebutuhan dasar yakni makan teratur paling tidak tiga kali sehari.

Ketika saya bertanya apakah pola makan teman saya teratur atau tidak, ia menjawab tidak. Nah, saya menemukan faktor lain yang mungkin dapat mengakibatkan tangannya sering gemetar. Sebagaimana yang kita ketahui, mengkonsumsi kopi dapat bermanfaat untuk memperlancar pencernaan. Pertanyaannya, bagaimana bila di dalam lambung justru tidak ada makanan yang harus dicerna? Tentu saja akan terjadi ketidakseimbangan dalam tubuh kita yang dapat menimbulkan berbagai penyakit.

Selain itu, kekurangan nutrisi dalam tubuh sangat mungkin membuat tubuh kita gemetar. Memang dengan mengopi kita sering kali merasa tidak lapar namun jangan sampai membuat kita lupa bahwa tubuh kita juga butuh nutrisi untuk dikonversi menjadi energi. Energi inilah yang memberikan kita kekuatan dalam melangsungkan aktivitas kita sehari-hari.

Oleh karenanya, saran saya sebagai peminum kopi pertama kita harus menghindari kebiasaan menggantikan peranan air putih dengan kopi. Dengan kata lain yang harus kita lakukan adalah menyeimbangkan tingkat konsumsi kopi dengan konsumsi air putih.

Kedua, jangan lupa untuk menjaga pola makan yang teratur karena kopi tidak dapat menggantikan kebutuhan nutrisi lain seperti karbohidrat, protein dan zat serta vitamin lainnya yang dibutuhkan oleh tubuh. Dan yang paling penting diingat adalah kopi bukan panganan utama melainkan panganan tambahan. So, don’t miss it.