Jangan Sampai Salah! Begini Cara Menyimpan Biji Kopi Yang Baik Di Rumah

kopi-Cropped.jpg

Seorang pecinta kopi pasti tidak akan merasa puas dengan memiliki bubuk kopi di dapurnya, mereka juga pasti membeli biji kopi untuk menggilingnya sendiri agar dapat menikmati kopi yang masih segar.

Akan tetapi, dalam menyimpan biji kopi patutnya banyak yang harus diperimbangkan agar kualitas dari biji kopi tidak cepat menurun. Seperti tempat penyimpanannya, di mana harus disimpan, dan apakah biji kopi terpapar sinar secara langsung atau tidak, bagaimaan kelembaban tempat penyimpanannya dan kondisi-kondisi lainnya. Semua faktor itu bertujuan untuk menjaga rasa kopi agar tetap beraroma segar dan nikmat seperti baru dipanggang.

Hindari menyimpan biji kopi di dalam toples kaca dan diletakkan di dapur begitu saja tanpa mengabaikan hal-hal penting yang menjaga kualitas biji kopi, tapi lain halnya bila biji kopi dalam toples hanya untuk pajangan dapur saja ? memang biji kopi dalam toples kaca terlihat cantik sih bila difungsikan sebagai display dapur.

Untuk mendapatkan kualitas dari biji kopi agar tetap segar walau disimpan berhari-hari di rumah maka perlu memperhatikan hal-hal penting di bawah ini.

1. Gunakan wadah khusus kedap udara

Hal pertama adalah gunakan wadah khusus kedap udara untuk menyimpan biji kopi. Biarlah kita merogoh kantong lebih dalam untuk membelinya namun menggunakan wadah keedap udara mampu menyimpan biji kopi dalam jumlah besar untuk waku yang lebih lama.

Selain itu, menggunakan wadah kedap udara mampu menjaga biji kopi tetap segar dan terjaga aromanya.

2. Perhatikan tempat penyimpanan

Hal kedua yang cukup penting, perhatikan suhu tempat biji kopi disimpan. Pilihlah tempat yang tidak terlalu dingin tapi tidak terlalu panas. Tentu saja kulkas dan tempat yang terpapar sinar matahari bukan pilihan tepat. Carilah tempat yang hangat seperti di dekat oven.

3. Pertimbangkan jumlah kopi yang hendak dibeli

Jumlah biji kopi juga perlu dipertimbangkan sebab bila kita hanya meminum kopi dalam jumlah sedikit dan jarang sekali maka membeli biji kopi dalam jumlah besar untuk disimpat sangat tidak disarankan.

Idealnya, kita harus menghitung berapa banyak kopi yang anda konsumsi selama sebulan atau paling baik selama dua minggu. Lebih baik kita repot membeli kopi dua minggu sekali karena jarang menikmati kopi dibanding membeli biji kopi untuk persediaan selama sebulan, karena kualitas dari biji kopi di sini sangat diperhitungkan.

4. Waspadai kualitas kopi

Bila kita sudah mengikuti ketiga cara di atas dengan tepat maka hal utama untuk dikhawatirkan dari menyimpan biji kopi adalah biji kopi itu sendiri.

Hal ini sudah diamini oleh pakar-pakar kopi bahwa kita harus mewaspadai kondisi dari biji kopi pilihan kita itu. Kopi merupakan bahan minuman yang organik, bila semakin “tua” biji kopi anda dari tanggal sangrai, maka semakin menurun pula kualitas dari kopi tersebut.

Ketiga poin di atas hanya akan menyimpan biji kopi agar tetap “sehat” kondisinya tapi tidak mencegah “degradasi” alami dari usia sangrai biji kopi tersebut. Maka, upayakan untuk tidak mengkonsumsi kopi yang lebih dari satu bulan dari tanggal sangrainya, bila tidak kita akan mendapat kualitas kopi yang jauh dari kata segar dan nikmat.

Pada dasarnya, sama seperti hal lainnya, biji kopipun mengalami penurunan kualitas dan hal ini alami serta wajar terjadi. Karena itu, membeli biji kopi paling tepat adalah menyesuaikan jumlah nya dengan banyaknya konsumsi terhadap kopi tersebut.