Cerita Warung Kopi Tempat Ngobrol Sederhana

2304164IMG-2049780x390.JPG

Ngobrol di Warung Kopi, nyentil sana dan sini, sekedar suara rakyat kecil, bukannya mau usil. -Warkop DKI

Ngobrol, memang enaknya ditemani secangkir kopi, dan cemilan kecil ringan seperti singkong goreng atau keripik pisang, atau lebih seru lagi jika ada kacangnya. Kalau dibayangkan, bukan main asyiknya apalagi jika kita dengan orang-orang yang dekat di hati.

Warung kopi tempat ngobrol sederhana memang, namun pemikiran yang dihasilkan tak sesederhana tempatnya. Jika kita berjalan-jalan ke berbagai daerah di Indonesia, bisa dipastikan semua daerah punya yang namanya warung kopi. Hanya saja penyebutan dan penamaannya berbeda-beda, ada yang menyebutnya warung kopi, angkringan, giras dan lain sebagainya.

Bukan hanya orang tua, anak muda termasuk kalangan yang dijangkau oleh Warung Kopi. Namanya warung tapi isinya bukan sekedar warung biasa. Jika menemukan sekumpulan anak muda sedang nongkrong di warung kopi, coba perhatikan tentu mereka sedang membicarakan suatu ide. Entah itu tentang musik, lalu bernyanyi bersama. Sekedar curhat, lalu nambah lagi kopinya. Atau anak-anak muda yang aktif dikampus atau diluar, biasanya disebut aktivis menjadikan warung kopi sebagai tempat rekreasi ide.

Warung Kopi bukan hanya warung pinggiran jalan, siapa sangka warung kopi kini berkembang dengan pesatnya. Di daerah-daerah perkotaan mulai dikembangkan dengan bentuk yang lebih sesuai dengan cuaca panas, disebut Coffee Cafe. Bukan hanya anak kuliahan ternyata orang kerja juga butuh warung kopi, sebagai tempat relaksasi otot dan otak setelah seharian bekerja dengan segala hiruk pikuk perkotaan yang sebenarnya kurang ramah dengan manusia dan makhluk hidup lainnya.

Banyaknya varian kopi, menjadikan kopi bukan hanya menjangkau golongan orang tua, namun juga kalangan anak muda. Saat kumpul keluarga, kopi sering disuguhkan sebagai minuman yang membuat suasana menjadi lebih hangat, yang pasti dapat menghangatkan tenggorokan kita. Hehehe…

Selain itu kopi dan warung kopi yang tak terpisahkan memiliki batasan waktu yang bias. kita bisa minum kopi atau ke warung kopi saat pagi, siang, sore bahkan tak jarang ada warung kopi yang buka selama 24 jam. Saat pagi, kita mengawali hari kita dengan kopi. Di siang hari kopi kembali mewarnai hari kita yang mulai tenggelam dalam berbagai kesibukan yang ada. Bahkan malam haripun, kopi tetap ramah bagi kita. Kopi memang tak kenal waktu dan selalu bisa kita minum pada waktu apapun.

Lahirnya warung kopi bukan hanya sekedar karena banyak orang yang minat dengan minuman kopi dan berbagai macam variannya saat ini. Warung kopi bukan sekedar tempat untuk mengenyangkan perut dan melepas rasa dahaga. Lebih dari itu, warung kopi memiliki daya tariknya sendiri karena mampu memberikan rasa nyaman saat kita memasukinya dan mulai memesan kopi kesuakaan kita.

Warung kopi dapat bertahan karena citra dan daya tariknya tak pernah pudar. Orang mencari bukan hanya karena lapar, namun karena butuh. Butuh sosialisasi, butuh yang namanya ngobrol dan diskusi. Sehingga warung kopi memang bukan warung biasa, namun warung yang penuh dengan kehangatan. Sata membicarakan hal santai bahkan hal serius, warung kopi dapat kita jadikan sebagai tempat yang tepat.

Bagi kita yang memiliki jiwa bisnis yang tinggi, warung kopi lebih dari sekedar tempat saja, tentu kita dapat jadikan sebagai suatu peluang bisnis yang dijamin keberlangsungan hidupnya. Jika kita kreatif warung kita dapat menjadikan suatu ciri yang unik dan diminati oleh semua kalangan. Warung kopi memang penuh dengan kisah yang tak pernah mati.