Begini Cara Membuat Cappucino Yang Enak

2.jpg

Mungkin beberapa dari kita baru saja mengetahui Cappucino, itupun karena kecanggihan teknologi dalam berbagi gambar latte art yang dibubuhkan di atas foamnya kemudian diunggah di media sosial.

Keindahan latte art di atas foam memang cukup mencuri perhatian siapa saja terutama kaum hawa. Bahkan cappucino sampai identik dengan penggemar wanitanya hingga lelaki sedikit sungkan untuk memesan kopi yang satu ini.

Cappucino sendiri bukanlah menu yang baru di industri kopi, ia cukup lama hadir dan berasal dari Italia. Ia cukup populer dibandingkan espresso dan selalu ada di daftar menu kedai-kedai kopi di dunia. Di negara asalnya, Italia, Cappucino memiliki waktu khusus untuk dinikmati yaitu saat pagi hari berdampingan dengan sarapan roti atau telur orak-arik sebelum memulai hari. Cappucino dipercaya dapat membangkitkan stamina sebab minuman yang dibuat dari espresso yang dicampur dengan susu ini memiliki kalori yang tinggi untuk dijadikan asupan energi menjalani hari yang panjang. Lewat dari jam sarapan atau sekitar pukul 11 siang, maka Cappucino tak lazim untuk dipesan oleh orang-orang.

Sejarah singkat Cappucino

Cappucino sendiri sejarahnya juga tidak terlalu jelas mengapa sampai ia disebut sebagai “cappucino”, kalau di Italia Cappucino memiliki julukan ‘Little Cap’ yang artinya secangkir kopi yang di atasnya dipenuhi oleh busa susu dan di bagian dasar ada espresso campur susu dengan rasa yang nikmat.

Little cap sendiri juga awalnya diambil dari sebutan para anggota kelompok religius dengan busana unik. Mereka adalah biarawan yang dipanggil capuchin. Busana yang mereka gunakan terdiri dari jubah berwarna cokelat, sedangkan kepala mereka plontos dicukur hingga kulit kepala mereka tampak jelas tak tertutup rambut. Tampilan ini seakan persis dengan tampilan cappucino, di mana pada bagian atas berwarna putih oleh busa susu yaitu kepala para biarawan yang plontos, sedangkan di bagian bawah terdapat espresso yang telah dicampur susu sehingga warnanya cokelat muda seperti jubah para biarawan capuchin. Begitulah Cappucino mendapatkan namanya.

Cappucino sendiri telah mengalami banyak perkembangan, namun dahulu cappucino tradisional hanya berpenampilan busa susu di permukaannya dan di bagian bawah adalah espresso yang berwarna cokelat muda karena bercampur dengan susu, begitu saja tanpa hiasan apapun. Kini cappucino tak lagi bisa lepas dengan art di atas busa susunya sama seperti latte.

Cara membuat cappucino

Cara membuat cappucino sendiri sedikit membutuhkan ketelitian sebab ia adalah minuman berbahan dasar espresso. Espresso sendiri walau singkat dibuat, yaitu beberapa detik saja namun membutuhkan keterampilan khusus dalam persiapan hingga pembuatannya menggunakan mesin espresso.

Cappucino adalah kombinasi antara espresso dan froth susu lalu mendapat garnish brown sugar di atas busa susunya. Untuk pembuatannya maka diperlukan perbandingan antara espresso, froth milk dan steamed milk yaitu, 1/3 espresso – 1/3 steamed milk – 1/3 milk froth.

Berbeda dengan latte, cappucino mengkombinasikan semua komponennya dengan perbandingan yang sama di setiap komposisinya. Cara membedakan antara latte dan cappucino adalah dengan cara mencicipinya langsung. Komposisi semua komponen sama jadi anda akan merasakan foam yang tegas tak terlalu berasa susu, namun ditegukan kedua anda akan merasakan espresso yang lebih kental oleh susu. Dan lagi, bila anda berada di kedai kopi khusus menjual kopi maka cappucino tak akan dibubuhi art melainkan hanya taburan brown sugar di atasnya.